Ihrom Haji dan Umroh

Ihram

Niat mulai menjalankan haji/umrah. Pakaian Ihram ialah pakaian yang dipakai oleh orang yang melakukan ibadah haji dan umrah dengan ketentuan:

Jamaah Pria

  • memakai dua helai kain yang tidak berjahit, satu diselendangkan di bahu dan satu disarungkan menutupi pusar sampai dengan lutut.
  • pada waktu melaksanakan tawaf, di sunnahkan memakai kain Ihram dikenakan dengan cara idtiba, yaitu dengan membuka bahu sebelah kanan dengan membiarkan bahu sebelah kiri menutup kain Ihram.
  • Tidak boleh memakai baju, celana atau kain biasa.
  • Diperbolehkan memakai ikat pinggang, jam tangan dan alas kaki yang tidak menutup mata kaki ketika shalat, sunatnya diselendangkan di atas kedua bahu hingga dada sehingga kedua pundaknya tertutup
  • Tidak boleh memakai pakaian berjahit (bertangkup), memakai sepatu/alas kaki yang menutupi mata kaki dan menutup kepala (seperti topi).

Jamaah Wanita

  • memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
  • dilarang  berkaos tangan(menutup telapak tangan) dan menutup muka (bercadar).

Sunat sebelum berihram :

  • mandi,
  • memakai minyak wangi,
  • menyisir rambut
  • memotong kuku.

Larangan Ihram :

  • memakai wangi-wangian kecuali yang dipakai sebelum berihram,
  • memotong kuku dan mencukur atau mencabut bulu badan,
  • berburu atau menggangu/membunuh binatang dengan cara apapun,
  • Nikah,
  • Menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi,
  • bercumbu atau bersetubuh (rafas),
  • Mencaci atau bertengkar mengucap kata-kata kotor (fusuq atau jidal)
  • memotong pepohonan di tanah haram.

Umroh Desember 2016

Umroh By Garuda Indonesia Tanggal 18 Februari 2017

Umroh Riyadhoh | Paket Umroh Hotel Bintang 3

Umroh Riyadhoh

Daqu Travel Penyelenggara Haji Khusus Berizin Resmi Kemenag

HAJI KHUSUS DAQU TRAVEL
PT. Al Amin Mulia Lestari

Adalah haji sesuai kuota resmi DEPAG dengan fasilitas yang berbeda dengan haji reguler.

Haji Khusus didaftarkan secara resmi ke DEPAG oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sudah diberikan izin khusus. Alhamdulillah Daqu Travel (PT. Al Amin Mulia Lestari) sudah secara resmi mendapatkan izin resmi sebagai penyelenggara resmi haji khusus dengan nomer PIHK : PHU/HK.3005/VI/2016 (PT. Al Amin Mulia Lestari)

Harga Haji Khusus lebih mahal dari harga haji reguler karena fasilitasnya lebih baik dari haji reguler. Adapun waktu pelaksanaan haji khusus hanya 25 hari.

Daftar tunggu haji khusus saat ini antara 5 sampai 10 tahun. Harga haji khusus mulai 124 Juta per orang.

Syarat pendaftaran haji khusus, jamaah menyiapkan copy KTP dan DP 4500 USD untuk pendaftaran porsi haji khusus ke DEPAG. Pendaftaran haji khusus dibuka sepanjang tahun, lebih cepat mendaftar lebih cepat berangkat.

Kelebihan utama program haji khusus Daqu Travel adalah setiap jamaah haji khusus dibimbing bisa membaca Alquran dengan tartil sebelum menunaikan ibadah haji.

Info & Pendaftaran
Daqu Travel Pusat
021-73451933
www.daqutravel.com

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a – 2

 

  1. Saat Sujud.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

???? ?? ???? ????? ????? ??? ???? . ??????? ?????

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

  1. Ketika Adzan Berkumandang.

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda:

????? ?? ????? ?? ???? ????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ??? ???? ?????????

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang

(HR. Abu Daud, 2540,Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata:“Hasan Shahih”)

  1. Antara Adzan dan Iqamat.

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

?????? ?? ??? ??? ?????? ????????

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihiWasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

?? ?? ???? ???? ??? ??? ????? ????? ???? ??? ???? ????? ??? ??? ?? ????????? ??? ?? ??????

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orangyang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras diwaktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan olehRasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

  1. Ketika Bertemu Musuh.

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah olehAllah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits berikut:

????? ?? ????? ?? ???? ????? ?????? ??? ?????? ???? ????? ??? ???? ?????????

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

  1. Ketika Hujan Turun.

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada AllahTa’ala:

????? ?? ????? : ?????? ??? ?????? ? ? ??? ?????

Doa tidak tertolakpada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun

(HR Al Hakim, 2534,dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

  1. Potongan Waktu Akhirdi Hari Jum’at.

Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda,

?? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ??? ??? ?????? ? ???? : ??? ???? ? ????????? ??? ???? ? ??? ???? ???? ? ???? ???? ????? ???? ? ??? ????? ???? .????? ???? ??????

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852dari sahabat Abu HurairahRadhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

?? ?? ??? ?? ???? ?????? ??? ?? ???? ??????

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim,853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

??? ?????? ???? ???? ???? ???? ?? ???? ???? ???? ???? ?? ??? ???? ??? ???????? ?? ??? ????????? ??? ???? ??? ?????

Dalam 12 jam hariJum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza WaJalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR.Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

  1. Doa Seseorang UntukSaudaranya Tanpa Sepengetahuan Saudaranya.

Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali Malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak.”

  1. Hendaknya KetikaTidur Dalam Kondisi Dzikir, Kemudian Ketika Bangun Malam Berdoa.

Dari Muadz bin Jabaldari Nabi saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci, kemudian ketika ia bangun di tengah malam, ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah pasti mengabulkannya.”

  1. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

?????? ?????? : ???? ??? ???? ? ???? ??????? ???

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim,no.1151)

Keberkahan lain diwaktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa,sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

???? ?? ??? ?????? ?????? ??? ??????????? ?????? ? ???????

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528,Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu,jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ??????? ??? ??? ????? ?????? ?????? ???? ????? ?? ??? ????

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

??? ????? ?????? ?????? ???? ????? ?? ??? ????

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401,dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

????? ?? ??? ? ?? ???? ? ??? ???? ??????????? ?? ???? ????????

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa inisebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ??????? ??? : ????? ?? ??? ???? ???? ????? ????? ??? ??? ??? ?????? ??????

“Biasanya RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni,innaka antas samii’ul ‘aliim

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

  1. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an.Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

???????? ????????? ?????? ???? ????????????

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a -1

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

???? ???? ?? ???? ?????  ???? ?????? ???? ????

Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

?? ??? ??? ??? ?? ?????? ??????? ???? ????? ?? ??? ??? ??? ?????

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai. Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

????????? ?????????? ?????? ?????????????? ??????????????? ???? ?????????? ????????????? ????????? ??????????

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya,karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan.

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

  1. Sepertiga Malam.

Rasulullah saw. bersabda: “Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.” Dari Jabir berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu, pasti Allah mengabulkannya.” Imam Ahmad menambah:“Itu terjadi di setiap malam.”

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir.

Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

???????????????? ??????????????????

Ketika waktu sahur(akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan

(QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

???? ???? ????? ?????? ?? ???? ??? ?????? ?????? ? ??? ???? ??? ??????????? ???? : ?? ?????? ??????? ?? ? ?? ?????? ?????? ? ?? ???????? ????? ??

Rabb kita turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘”

(HR. Bukhari no.1145,Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat,sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwaAllah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberijulukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya. Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

 

Umroh dengan harta yang diragukan kehalalannya

Pertanyaan

assalamu’alaykum ustadz… saya mau bertanya tentang sesuatu yang meragukan dan saya tidak tau hukumnya seperti apa, alhamdulillah tante saya memberikan hadiah uang untuk umroh kepada saya, kondisi tante saya itu tidak bekerja dan yang bekerja adalah hanya suaminya, dan uang umroh itu adalah uang dari suaminya… namun saya tidak tau apakah uang itu halal atau tidak, sebab om terkadang ada mengerjakan pekerjaan yg tidak halal, dan saya tidak tau apa kah itu benar hasil dari bisnisnya yg halal atau kerjaan yg lainnya yg tidak halal.. yg ingin saya tanyakan ustadz. apakah boleh pergi umroh dg biaya tersebut, padahal saya tidak tau uangnya itu halal atau tidak??? terima kasih atas jawabannya ustadz

nela , padang

Jawaban

Wa’alaikum Salam. Wr. Wb.

Selama Anda tidak meyakini atau mengetahui bahwa uang yang dikasih ke Anda itu hasil dari perbuatan haram, maka Anda boleh berumrah dengan menggunakan uang tersebut. Hanya saja para ulama kita menegaskan, menerima uang dari seseorang yang diduga suka melakukan tindak korupsi atau kejahatan itu makruh. Dan tingkat kemakruhannya berbeda-beda tergantung kadar perilaku orang yang memberinya. Kalau pemberi uang tersebut termasuk kelas kakap dalam korupsi atau kejahatannya maka tingkat kemakruhannya pun semakin kuat. Tetapi, seperti saya tegaskan di atas, tidak sampai pada tingkat haram kecuali Anda mengetahui bahwa harta yang dikasihkan ke Anda itu berasal dari perbuatan yang dilarang Islam. (Fathul Mu’in Hal., 65 Maktabah Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah, I’anah ath-Thalibin, j., 2 hal., 355, Maktabah Syrkah Nur Asia). Wallahu ‘alam bi ash-Shawab.

sumber : internet

Pengertian Umroh

Umrah diambil dari ‘itimar, artinya berjarah. Secara istilah Umrah berarti menjiarahi Ka’bah untuk beribadat kepada Allah dengan memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun, dan wajib-wajibnya.

Tetapi, berbeda dengan ibadah haji, Umrah dapat dilaksanan sewaktu-waktu sepanjang tahun, baik di dalam bulan haji atau sebelum maupun sesudahnya.
Mengenai hukum Umrah para ulama berbeda pendapat. Imam Ahmad dan al-Syafe’i berpendapat bahwa hukum Umrah adalah wajib. Sedang ulama malikiyah dan hanafiyah mengatakannya sunat mu’akkad.
Perbedaan pendapat ini terjadi sebagai akibat dari perselisihan pemahaman mengenai makna amar (kalimat perintah), yaitu atimmu dalam firman Allah SWT, seperti disebutkan dalam Q.S. AI- Baqrah:179 berikut ini:
“WAATlMUL HAJJI WAL ‘UMRATA LILLAAH”
Artinya: “Dan sempurnakanlah haji dan Umrah karena Allah”
Ahmad dan al-Syafeti berpendapat bahwa amar (perintah) di dalam ayat itu adalah untuk wajib. Sedang ulama malikiyah dan hanafiyah menafsirkan bahwa amar tersebut adalah untuk sunat mu”akkad.
Mengenai bilangan Umrah, para ulama yang menyatakan wajib itu sependapat bahwa wajibnya hanya sekali seumur hidup, seperti halnya denga ibadah haji. Tetapi, memperbanyak Umrah termasuk amalan yang sangat besar dan utama, lebih-lebih dalam bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW. telah menjelaskan keutamaan itu seperti disebutkan dalam hadis di bawah ini :
“UMRATUNFllRAMADHAANA TA”DlLUU HAJJAH”
Artinya: “Sekali Umrah di dalam bulan Ramadhan sama dengan sekali ibadah haji” (HR. Ahmad dan al-Bukhari).

Sumber : Buku Haji & Umrah, oleh Drs. Ir. Nogarsyah Moede Gayo

Umroh Munajat Dan Muhasabah Bersama Ust. Yusuf Mansur

Rencana Keberangkatan : 13 Maret 2017 dengan berbagai pilihan paket.

PAKET RIYADHOH (PAKET HEMAT)
Pesawat :
Emirates (transite Dubai) / Etihad (Transite Abudhabi) / Oman Air (transite Muscgat)
Hotel :
Madinah *3 Al Majeedi/Shourfah
Mekkah *3 Diyafat Mubarok/Areej Falah
Biaya :
? Ber 4 per org Rp. 23.625.000
? Ber 3 per org Rp. 24.975.000
? Ber 2 per org Rp. 26.325.000

PAKET HASANAH
Pesawat :
Garuda / Saudi Airlines
Hotel :
Madinah *4 Mubarok Madinah / Al Saha
Mekkah *4 Al Marsa / Multazam
Biaya :
? Ber 4 per org Rp. 26.325.000
? Ber 3 per org Rp. 27.675.000
? Ber 2 per org Rp. 29.025.000

PAKET MUMTAZAH
Pesawat :
Garuda / Saudi Airlines
Hotel :
Madinah *5 Al Haram / Dallah Taiba
Mekkah *5 Safwa Orchid / Dar Al Ghufron
Biaya :
? Ber 4 per org Rp. 32.400.000
? Ber 3 per org Rp. 33.750.000
? Ber 2 per org Rp. 35.100.000

Harga sudah termasuk :
? Perlengkapan Umroh
– Koper + Hand Bag
– Batik
– Mukena + Bergo (untuk Perempuan)
– Kain Ihrom + Sabuk (untuk Laki-laki)
– Buku Panduan Umroh
? Asuransi Perjalanan
? Visa Umroh
? Manasik 1 hri sblm kbrangkatan di hotel Siti Tangerang dan bermalam.

Daftarkan Segera ke Daqu Travel :
Office : 021-73451933
Dede Amalia : 083892025884
Nurhasanah : 087781642822
Rina : 081218193883